Cari

Usama Ahmad Rizal

Dengan Menulis Maka Dunia Akan mengenal Kita

Ready, Siapkan Pemuda Tangguh Untuk Melawan Intoleransi

“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding father Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan Negara.

image
Para Peserta Ready

Pada tanggal, 17-19 November 2015, PUSAD Paramadina mengadakan kegiatan Ready, yakni “respect and dialogue” untuk para pemuda-pemudi yang ada di Garut dan Tasikmalaya.

Acara ini diikuti oleh berbagai komunitas, ada Ahmadiyah, Syiah, NU, Kristen dll. Para peserta selama 3 hari diberikan training bagaimana pentingnya menjaga toleransi dan merawat keberagaman.

Indonesia adalah negara yang mejemuk. Karena itu, sebagai warga negaranya kita harus menjunjung tinggi toleransi. Tidak terkecuali bagi para pemuda-pemudinya.

Apalagi untuk kasus intoleransi, Jawa Barat berada dalam zona merah. Selama delapan tahun terakhir. Kasus intoleran tersebut berupa kekerasan terhadap kelompok minoritas seperti Ahmadiyah dan Syiah, penutupan gereja, kampanye anti perbedaan, peraturan daerah yang diskriminatif, serta pelanggaran hak-hak sipil.

Oleh karena itu pemuda sebagai garda terdepan diharapkan dapat berkontribusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia, khususnya di bidang krisis toleransi ini.

image
Kampanye kreatif dari peserta ready

Selain itu, dengan adanya acara ready, para peserta dapat mengenal dan memahami satu sama lain, bahwa perbedaan itu bukan untuk diseragamkan, tapi untuk disatukan dengan semangat semboyan kita “Bhineka Tunggal Ika”

@UsamaAhmadRizal

Kampung Pendidikan Di Kebun Yang Diberkati

image
Asrinya Kampung Pendidikan di Wanasigra

Kampung Pendidikan di Wanasigra, Tenjowaringin;

Kampung pendidikan adalah sebuah tempat menyalurkan semua bakat dan potensi yang dimiliki oleh setiap insan manusia di Wanasigra khususnya. SMA Plus AL- Wahid sebagai sebuah lembaga pendidikan paling tinggi di Wanasigra, hadir ditengah-tengah perkampungan yang asri dan penuh dengan berkat yang tersebar dilingkungannya. Wanasigra yang berada di Desa Tenjowaringin, kec. Salawu dan Kab. Tasikmalaya, suatu tempat yang asri, dizaman sekarang ini sungguh sulit mendapatkan tempat terbuka dengan hamparan sawah yang hijau, air sungai yang masih deras dan menyegarkan mata jika melihat airnya. begitulah keadaannya kampung pendidikan ini.

Kenapa Disebut “Kampung Pendidikan”?;

Mungkin hal ini tersirat dalam benak pembaca kenapa Wanasigra dijuluki Kampung Pendidikan. Tak lain dan tak bukan karena di sini kami menyiapkan sedemikian rupa berbagai pendidikan dari pendidikan agama, pendidikan formal, pendidikan kehidupan bermasyarkat, dan pendidikan kehidupan bernegara. Membaca pemaparan tentu saja sangat luas dan berkembang. Dengan adanya kampung Pendidikan, yang melalui pendidikan Formal yang di isi oleh sekolah-sekolan umum, seperti PAUD, SD, SMP, dan SMA Plus AL-wahid. Nah untuk Pendidikan Agamanya diisi oleh Madrasah dari tinggat Ibtidaiyah sampai kelas yang lebih tinggi dan ini semua berlangsung setiap hari kecuali hari Jumat libur. Dikampung Pendidikan ini juga ada hal yang munkin unik dan menarik perhatian, karena libur sekolahnya beda dari sekolah pada umumnya, yaitu libur setiap hari Jumat. Serta setiap hari semua siswa dibiasakan untuk serempak ataupun sendiri melakukan shalat malam atau tahajud.

image
Bangunan SMA Plus Al-Wahid

Revolusi Akhlak Di Kampung Pendidikan;

Bicara pendidikan tentunya bukan hanya doktrin, tapi pendidikan yang benar-benar mendidik. Lingkungan positif akan memberikan energi positif sehingga membentuk pribadi dan karakter unggul dan berkualitas. Ketika era globalisasi mampu mengubah dunia dalam sekejap, maka apalagi yang kita butuhkan kecuali memanfaatkan keutuhan alam yang masih terjaga kelestarian. Dari angin kita belajar arah gerak, dari arus air kita belajar kesabaran, dari batu-batu kita belajar keteguhan,dari tanah kita belajar siklus kehidupan, dari kupu-kupu kita belajar merubah diri. Untuk belajar semua itu kita perlu guru, bagiku semua warga yang ada dikampung pendidikan ini adalah guru, dan alam sebagai bahan ajarnya.

image
Pemandangan Alam di Kampung Pendidikan

Engkau Begitu Bersinar, Namun Engkau Begitu Tinggi Wahai Bintang

“Seorang pangeran yang tampan dan gagah sedang menatap bintang-bintang dilangit malam dari balik jendela kamarnya. Dia berkata didalam hatinya “Oh bintang kau tinggi sekali, dan kau sangat indah, bintang bagaimana aku bisa menggapaimu wahai bintang.” Kau begitu sangat tinggi, begitupun dengan mimpi-mimpiku, mimpiku begitu tinggi setinggi bintang diangkasa, bagaimana aku bisa menggapainya?

Tapi aku yakin aku bisa menggapaimu wahai bintang, wahai mimpi, yaitu dengan menaiki kereta kuda putih terbang ke angkasa begitupun dengan mimpiku aku pasti bisa menggapainya” kata sang Pangeran didalam hatinya.
Sang Pangeran itu selalu berfikir bagaimana dia bisa menggapai bintang itu, yaitu mimpinya, cita-citanya yang saat ini dia tanam dan bagaimana caranya bisa tumbuh dan suatu saat nanti dia memetiknya dan dia persembahkan itu semua kepada Sang Baginda Raja dan Sang Ratu.”

image

Kini Bintang Itu Telah Hilang?

Malam itu, dari tempat yang sama yaitu dari balik kaca jendela kamar, aku menatap jutaan bintang yang tertata. Jutaan bintang itu menghampar menghiasi langit malam. Suatu saat, kulihat satu bintang paling terang, sebuah pijaran putih, dia tersenyum menghangatkan hatiku ditengah hawa dingin yang menusuk.

Dia menyapaku dengan sinarnya yang lembut, lalu menepis semua kegundahan dalam hatiku, pijarannya menuntun jemariku, membawaku melihat dunianya.
Dari situlah aku tahu, bahwa sekelam apapun warna langit, dia selalu berusaha memancarkan sinarnya untuk menerangi bumi.

Dia mengajarkanku untuk hidup sepertinya, walau kita berada ditempat berbeda, dia membuatku berusaha tersenyum dalam badai kesedihan yang kerap terjadi didunia yang kutinggali ini.

Setelahku dapat meniru bagaimana dia bisa menjalani hidup, cahanya meredup kian hilang, padahal bintang lain terus bersinar, apakah dia lelah bersinar ditengah kelamnya langit? entahlah, hatiku tak mampu lagi menangkap lelah sinarnya.

Aku menunggu. Aku berharap mentari segera terbenam, agar bisa melihat sinar sang bintang putih. Namun tak lagi bisa ku temukan. Ku tanya langit, langit hanya diam tanpa jawaban. sepatah kata pun tidak.

Saat ku tengok bintang lain, mereka hanya asyik dengan dunianya sendiri dan tak perduli.
aku terbelenggu rindu yang menyesakkan kalbu. hatiku tertampar angin yang semakin besar pusarannya.

Jika dia tak lagi bisa memancarkan sinarnya, mungkinkah mentari akan bisa memantulkan cahaya di hatinya,agar aku kembali bisa menatap pijaran putih yang menyapa di tiap malamku.

Ingin, Tapi APA Daya Malu Terlanjur Menyelimutiku

Selama aku menatapnya, senyum itu masih bergayutan di bibir.“Kau memikirkan ku?” Dia menatap, seperti semula aku menjumpai, hanya tersenyum. Kali ini aku tidak menanti senyuman, tapi kata yang terkuak dari bibirnya yang aku mau.

image
Boneka Yang Kesepian, Dia Hanya Menunggu (foto: google)

Aku bukan yang terbaik, tapi aku menunggumu. jika kamu mau tau, tolong peganglah tanganku dan bukalah hatimu. 

Semilir angin menyentuh membelai perawakanku, sayup-sayup terdengar menghantarkan sunyinya malam ini diserbu jutaan bintang yang berkedip menghibur lara hatiku.
Dalam malam ku melamunkan dirimu,ku berteman dengan dinginnya angin yang menyelimuti tubuhku,malam yang sepi tanpa hadirmu di sisiku, bulan dan bintang jadi Saksi bisu perasaanku.

Saat kau membacanya aku ingin engkau tersenyum, mengalihkan sejenak fikiranmu kepada diriku

Diproteksi: Adakah Dirimu Yang Dulu?

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Kehilangan Orang Yang Disayang Kadang Kita Ingin Mati Duluan?

10468436_1557851317795164_6082866898323001549_n

Mencintai seseorang jelas akan mengubah dirimu. Pengaruh dari orang yang paling kamu sayang akan membawa perubahan dalam perilaku dan sikapmu.

Saking sayangnya sama seseorang dan tidak mau kehilangannya, kadang kita ingin mati duluan dari orang yang kita sayang? Kenapa? Ya, karena sangat berat hidup tanpa orang yang kita sayangi.

“Ada se-ekor Panda yang mengatakan kepada yang lainnya, kalau saja usiamu 100 tahun maka aku memilih untuk hidup 100 kurang 1 hari. Mengapa? Karena aku tidak mau hidup tanpa dirimu meski itu cuma 1 hari”.

Begitu juga dengan para sabat Nabi. Muhammad saw mengapa mereka (Radhiallahu ‘anhum) tidak percaya kalau beliau saw wafat? Mengapa? Karena begitu berartinya beliau, sehingga mereka tidak sanggup hidup tanpa beliau saw, saking beratnya seseorang sampai orang lain menginginkan alangkah baiknya dirinya mati terlebih dahulu daripada hidup tanpa orang tersebut, danitulah yang diperlihatkan Hd. Umar bint Khattab r.a dalam penolakan atas kewafatan beliau saw.

Cinta adalah sebuah anugrah dari Tuhan, mencintai seseorang dengan tepat, itu akan menjadi sebuah sumber kebahagian bagi kita.

Pacaran, Yess Or No?

14098263981195546964

 

Kali ini HP saya penuh dengan nada dering khas suara notif WhatsApp, tidak lain dan tidak bukan seperti biasanya itu hanya chat-an di group (Hadeuh Nasib).

Kali ini pembahasan di group cukup menarik karena tua muda ikut nimbrung, pembahasannya ya soal “Pacaran” (Hadeuh gak ada yang lain, nasib-nasib)

OH iya soal kata “Pacaran”, kalau dalam bahasa Sunda namanya “Bobogohan”, Bogoh=Cinta, kalau Pacar= …?? (apa Ya}, kalau gitu kita bobogohan aja jangan pacaran (Hadeuh…)

Kembali lagi ke soal chat-an di group, ada macam-macam karakteristik orang-orang di group itu, mau tau? nih saya kasih tau

Pertama, Orang Yang Sudah Dewasa

Orang dewasa biasanya kalau lagi bahas soal pacaran, suka ngeluarin kata-kata bijak (cieee) atau gak nyeritain zaman dulu kalau suka sama orang itu gak kaya zaman sekarang, kalau dulu ketemu sama orang yang disuka itu malu kalau sekarang gak tau malu/

 

Kedua, Anak Baru Gede (ABG)

Inui biasanya paling berisik, ngoceh, berkicau, ngomiong bae (apa lagi ya), gimana gak semanagat, orang yang diceritain tentang “Pacaran”, tapi biasanya anak ABG ini labil, kalau di group mayoritas pro pacaran, ya ABG semanagat nyeritain tentang pacaran, tapi kalau kontra, ya mereka seolah-oalah paling bijak (Hati ini untuk Allah ..katanya), bahkan mereka sampai search di google untuk mencari kata-kata bijak tentang itu (survey pribadi).

Ketiga, Orang Yang Netral

Kalau karakter orang yang ketiga ini adalah,,,,,??? kalau nyeritain tentang “Pacaran”, pasti diam (tapi keliatan ada tulisan “Typing”), ya paling cuma ngasih jempol doang, alasannya (survey pribadi), mungkin dia ogah bahas yang gak penting kaya pacaran atau jangan-jangan dia merasa tersinggung karena punya pacar (Kayanya ini deh)

Mungkin kalau dalil/kata-kata tentang larangan pacaran, kawan-kawan sudah sering baca, sekarang saya bakal jelaskan kata ABG yang pro pacaran (tapi gak tau dilakuin, apa hanya buat membenarkan kelaunnya aja):

1. Sebagaimana pacaran biasa, selama tidak zina

Sebagian pemuda-pemudi yang minim ilmu agama, menyangka bahwa hanya zina yang terlarang dalam etika berhubungan antara lelaki dan wanita. Sehingga mereka menganggap pacaran dengan model seperti pacaran biasa, sering berkencan, berduaan, intens berkomunikasi, berangkulan, bergandengan tangan, safar bersama, dan lainnya selama tidak sampai zina itu sudah Islami. Tentu saja ini anggapan yang keliru dan pacaran model ini terlarang karena mengandung hal-hal yang dilarang pada poin 2 – 7.

2. Sebagaimana pacaran biasa, tapi berkomitmen untuk tidak saling bersentuhan

Model pacaran seperti banyak berkembang diantara pemuda-pemudi muslim yang awam agama namun sudah sedikit memahami bahwa saling bersentuhan antara yang bukan mahram itu haram. Namun mereka tetap sering jalan bersama, sering berkencan, berduaan, safar bersama, dan komunikasi dengan sangat intens. Memang terkadang sang wanita suka mengingatkan sang lelaki untuk menunaikan shalat bahkan terkadang mereka berkencan di masjid. Mereka menganggap ini sudah Islami. Tentu yang seperti ini pun terlarang karena karena mengandung hal-hal yang dilarang pada poin 3 – 7.

3. Pacaran tanpa suka berduaan, tapi ditemani teman

Model pacaran jenis ini mirip dengan model nomor 2 hanya saja biasanya ketika berkencan mereka berdua ditemani temannya yang lain, yang bukan mahram juga. Mereka juga menjaga diri untuk tidak bersentuhan. Sayangnya pacaran model ini banyak ditemukan di beberapa pondok pesantren juga banyak ‘dipromosikan’ oleh film-film dan sinetron religi di bisokop dan televisi. Sampai-sampai kadang digambarkan ada ustadz lulusan timur tengah yang berilmu,kesengsem dengan murid wanitanya di majelis taklim, mereka saling berpandangan tersipu lalu berlanjut ke model pacaran yang seperti ini. Wallahul musta’an.
Orang yang berpacaran model ini pun tidak ubahnya dengan orang pacaran pada umumnya, mereka sering bertemu, mereka saling berpandangan, saling merayu, memberi perhatian, sang wanita melembutkan suara, Mereka menyangka asalkan tidak khulwah maka tidak mengapa. Padahal jika yang menemani adalah lelaki, maka haram sebagaimana yang dijelaskan An Nawawi. Jika yang menemani adalah wanita muslimah lain, maka tetap saja pacaran ini terlarang karena mengandung hal-hal pada poin 3, 5, 7 dan terkadang 6.

4. Tidak suka berduaan, namun intens berkomunikasi

Model pacaran seperti ini banyak terjadi di kalangan pemuda aktifis dakwah. Para ikhwah aktifis dakwah sejatinya dididik untuk membatasi diri dari para akhawatnya. Misalnya mereka menundukkan pandangan jika bertemu atau dibatasi hijab ketika rapat. Namun seringnya bertemu dan berinteraksi dalam aktifitas dakwah mereka memunculkan rasa-rasa yang tidak sehat. Pepatah jawa mengatakan ‘witing tresno jalaran soko kulino‘, timbulnya cinta karena sering (terbiasa) berinteraksi.
Tentu mereka tidak suka berkencan atau bahkan berduaan. Namun virus merah jambu senantiasa menjangkiti lewat komunikasi yang begitu intens. Terkadang itu terselip lewat untaian nasehat, mengingatkan ibadah, memberi semangat, bertanya kabar, bertanya agenda dakwah, baik via SMS, via telepon, surat, email, facebook atau lainnya. Ini adalah pacaran terselubung. Jangan kira bahwa ini sah-sah saja, sang akhwat jika sudah terjangkiti virus ini biasanya akan melembutkan suaranya kepada sang ikhwan. Baik secara lisan, maupun via bahasa-bahasa tulisannya yang ‘renyah’. Dan yang paling penting, dari pacaran model ini tetap muncul penyakit al isyq yang sangat berbahaya serta juga zina lisan dan hati.

5. Saling berjanji untuk menikah

Pacaran model ini mungkin berbeda dengan model-model sebelumnya. Namun juga banyak terjadi pada aktifis dakwah dan para pemuda-pemudi yang sebenarnya punya semangat dalam beragama. Dua sejoli yang melakukannya bisa jadi tidak bertemu, tidak suka berduaan, bahkan mungkin mereka membatasi komunikasi. Namun si ikhwan menjanjikan bahwa ia akan menikahi sang akhwat pada suatu masa, mungkin tahun depan, 5 tahun lagi, setelah lulus, setelah bekerja, atau lainnya. Walaupun andaikan tidak ada aktifitas fisik diantara mereka, minimal penyakit al isyq menjangkiti ditambah zina hati. Maka ini pun jenis pacaran yang terselubung dan hendaknya ditinggalkan.

blog

Menutup Masjid Berarti Menutup Pintu Surga?

Masjid berasal dari kata “Sajada”, yang berarti tempat sujud atau tempat shalat,tempat  dimana untuk menyembah Allah yang maha Esa. Bumi adalah Masjid bagi kaum Muslimin, setiap Muslim boleh melakukan shalat dimanapun di bumi ini, kecuali di atas kuburan & WC,

Ajaran Islam memerintahkan kepada umatnya agar dalam setiap tempat, dimana umat Islam berkumpul harus berdiri sebuah Masjid, rumah yg paling dicintai Allah adalah rumah yg di dalamnya terdapat ruangan khusus untuk shalat dan sujud. Pemerintah yg nyegel Masjid JAI  (Jamaat Ahmadiyah Indonesia) lupa, bahwa bagian Negeri yg paling dicintai Allah adalah Masjid2-nya (H.R. Muslim)

Masjid adalah tempat yang dimuliakan oleh Allah swt karena merupakan sarana untuk bertaqorrub (mendekatkan diri) kepada-NYA seperti sholat, dzikir, I’tikaf dan ibadah-ibadah lainnya.

Barangsiapa yang membangun masjid ikhlas karena Allah maka Allah akan membangunkan baginya yang serupa dengannya di surga.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah).

Tapi apa yang terjadi di Tasikmalaya dan Bukit Duri baru-baru ini sangat ironis sekali bukannya membangun Masjid, tapi malah menyegelnya. Kalau kalian tidak mampu membangun Masjid, ya jangan menyegel Masjid dan melarang Muslim lain beribadah di Masjid yang dibangunnya sendiri.

 

 

 

DSCF1045

Dengan alasan apapun menyegel Masjid bukan suatu hal yang terpuji, apa lagi itu dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah seharusnya menjamin kemerdekan setiap penduduknya, bukannya memberangus hak warga JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia) untuk beribadah kepada Allah swt.

Alasan keamanan selalu dijadikan dalil oleh pemeritah setempat, menggunakan peraturan gubenur Jabar, SKB tiga mentri dan fatwa MUI sebagai dasar untuk, untuk menyegel Masjid JAI. Kewajiban negara adalah untuk melidungi, cara melindungi warga Ahmadiyah dengan menyegel adalah tindakan konyol, ini merupakan kegagalan pemerintah, karena tidak bisa berlaku tegas dan adil, banyak aparatus pemerintah yang tunduk dalam kendali otoritas tokoh Agama tertentu.

Menyegel Masjid bukan menyelesaikan masalah, justru akan menimbulkanl efek domino dari itu, orang yang belum tau tentang Ahmadiyah akan bertanya-tanya kenapa Masjid itu disegel? dan akhirnya mereka pun ikut-ikutan benci terhadap Ahmadiyah, disini pemerintah yang menyegel Masjid JAI seakan-akan telah mengadu domba warga masyarakat Non-Ahmadi dengan warga JAI, itukah yang pemerintah mau?

CJSfDbaUAAArrEs

 

Jihad yang paling besar (akbar) adalah melawan hawa nafsu, dan melawan hawa nafsu sama dengan menyegel sisa jahat jiwa kita agar lebih terkendali, bukannya malah menyegel Masjid.

Betapa bangganya orang yang menyegel Masjid yang dibangun Jamaah Ahmadiyah. Islam yang benar adalah yg suka nyegel Masjid?

 

Ajaran Indah Islam Tentang Toleransi Antar Umat Beragam

Seperti apakah ajaran indah islam berkenaan dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan? Mengenai hal ini Hadhrat Khlaifatul Masih al-Khamis atba. Bersabda:

“Di berbagai tempat di dalam al-Quran Karim banyak sekali didapati penjelasan mengenai indahnya ajaran islam, yang di dalamnya selain membahas mengenaihukum-hukum yang ditujukan untuk kalangan intern umat islam sendiri, juga untuk mereka yang non muslim. Seperti halnya berlaku baik terhadap orang-orang non muslim, memperhatikan hak-hak mereka, berlaku adil terhadap mereka, tidak melakukan suatu tindak kekerasan dan pemaksaan apa pun dalam hal agama mereka, dan lain sebagainya. Ya, memang dalam beberapa keadaan tertentu peperangan pun diizinkan, akan tetapi ini dalam corak ketika musuh yang terlebih dahulu memulai peperangan tersebut, mereka melanggar perjanjian, menumpahkan darah orang-orang yang tidak berdosa atau berbuat kezaliman yang telah mencapai puncaknya. Akan tetapi dalam hal ini pun bukanlah menjadi hak dari suatu golongan atau kelompok dalam suatu Negara, melainkan ini merupakan tugas dari pemerintah untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dan bagaimana caranya untuk mengakhiri kezaliman tersebut, bukannya setiap orang mengatur suatu gerakan jihad dan mulai melaksanakan tugas ini sendiri.

Kezaliman dan Kebengisan Kaum Kafir Mekkah dan Musuh-musuh Islam Melawan Uswah Hasanah Agung Hadhrat Rasulullah saw.

Di zaman Hadhrat Rasulullah saw pun oleh pihak musuh ditimbulkan keadaan-keadaan khusus peperangan yang oleh karenanya kaum muslimin terpaksa melakukan peperangan sebagai balasan. Akan tetapi – sebagaimana yang telah saya katakan bahwa – gerakan-gerakan jihad pada masa sekarang ini tanpa adanya alasan-alasan yang membolehkan dan cara-cara yang dibenarkan, dengan semboyan-semboyan jihad dan aksi-aksi mereka, telah memberikan kesempatanuntuk melakukan serangan balasan ini kepada orang-orang dari agama lainnya, dan di dalam diri mereka telah timbul keberanian sedemikian rupa sehingga dengan sangat kurang ajar dan tanpa rasa malu telah melakukan serangan-serangan yang sia-sia terhadap pribadi suci Hadhrat Rasulullah saw dan ini sedang terus mereka lakukan. Sedangkan keadaan wujud yang penuh kasih sayang ini sendiri, yang telah berlaku ihsan kepada umat manusia dan seorang penjaga agung hak-hak kemanusiaan, dalam kondisi perang sekalipun beliau tidak pernah memberikan suatu kesempatan yang bisa memberikan kemudahan bagi para musuh untuk melakukan serangan dengan alasan sebagai balasan. Setiap amal perbuatan dalam kehidupan beliau, setiap detik dari kehidupan beliau menjadi saksi akan hal ini, bahwa beliau adalah penjelmaan dari sifat kasih sayang dan hati beliau senantiasa gelisah, sehingga tidak ada hati seseorang pun yang bisa memenuhi tuntutan dan standar kemurahan hati yang telah beliau raih tersebut¸ baik itu dalam keadaan aman maupun dalam keadaan perang, ketika sedang di rumah maupun sedang di luar, dalam urusan-urusan beliau sehari-hari maupun ketika beliau melakukan perjanjian-perjanjian dengan orang-orang dari agama lainnya. Beliau telah memberikan permisalan-permisalan dalam hal menegakkan standar tinggi kebebasan beragama, berkeyakinan serta toleransi. Kemudian pada saat memasuki kota Mekah dalam kondisi telah meraih kemenangan besar, dimana sikap memaafkan dan perlakuan kasih sayang beliau terhadap kaum yang telah ditaklukkan itu, dalam hal ini pun beliau telah memberikan hak penuh kebebasan beragama dan telah menegakkan sebuah contoh luhur dari perintah al-Quran berikut ini,yaitu: Laa Ikraaha fiddiin. (QS al-Baqarah:57) yakni, agama adalah urusan hatimu, yang menjadi kehendak-Ku adalah hendaknya kalian menganut agama yang benar, memperbaiki kehidupan dunia dan akhirat kalian, mencari sarana pengampunan bagi diri kalian, akan tetapi dalam hal ini tidak ada paksaan. Kehidupan beliau dipenuhi dengan begitu banyak permisalan-permisalan yang menggambarkan toleransi dan kebebasan beragama serta berkeyakinan seperti ini. Beberapa diantaranya akan saya sampaikan.

Siapa yang tidak mengetahui bahwa kehidupan beliau di Mekah selama 13 tahun setelah pendakwaan kenabian beliau begitu keras dan menderitanya. Beliau dan para sahabat ridwaanullahi alaihim begitu banyak menanggung kedukaan dan musibah. Di siang hari bolong mereka diseret di atas pasir yang panas membara, dada mereka ditindih dengan batu panas,dicambuk , para wanita dibunuh dengan cara dirobek dari kedua kakinya, mereka dibunuh, disyahidkan. Beliau dizalimi dengan berbagai cara. Terkadang pada saat bersujud punggung beliau ditindih dengan jeroan unta yang karena saking beratnya beliau sampai tidak bisa bangun, dalam perjalanan ke Thaif anak-anak melempari beliau dengan batu, mencaci-maki beliau dengan kata-kata kotor dan tidak pantas, pemimpin mereka menyemangati dan memanas-manasi mereka. Beliau begitu terluka parah, sehingga mulai dari kepala hingga kaki beliau berlumuran darah, darah yang mengalir dari bagian atas tubuh beliau pun memenuhi sepatu beliau. Terdapat juga peristiwa Sya’ab Abi Thalib. Beliau, keluarga beliau dan para pengikut beliau diboikot selama bertahun-tahun. Tidak ada sesuatu pun yang bisa dimakan dan diminum. Anak-anak kecil pun menangis karena kelaparan dan kehausan. Dalam keadaan seperti itu seorang sahabat dalam kegelapan merasa ada sesuatu yang lunak di kakinya, lalu ia mengambilnya dan memasukannya ke dalam mulut, dan berharap bahwa barangkali itu sesuatu yang bisa dimakan. 

Ini adalah keadaan yang menggambarkan rasa lapar yang sangat luar biasa. Demikianlah kondisi yang terjadi pada saat itu. Akhirnya ketika keadaan seperti ini memaksa mereka untuk berhijrah, sesampainya di Medinah, di sana pun musuh tidak melepaskan mereka begitu saja dan terus melakukan serangan-serangan. Mereka menghasut orang-orang Yahudi yang tinggal di Medinah supaya memusuhi beliau. Dalam keadaan seperti itu – yang mana secara ringkas telah saya jelaskan – jika timbul suatu bentuk peperangan, dan si teraniaya mendapatkan kesempatan untuk menuntut balas, maka ia akan berusaha untuk menuntut balas kezaliman tersebut dengan kezaliman lagi. Dikatakan bahwa di dalam peperangan segala cara dihalalkan. Akan tetapi nabi kita saw dalam keadaan seperti ini tetap menegakkan standar kelembutan hati dan kasih sayang yang luhur. Belumlah lama berlalu setibanya beliau dari Mekah, luka penderitaan itu masihlah segar, rasa sakit beliau pun semakin bertambah dengan melihat dan merasakan penderitaan para pengikut beliau. Akan tetapi beliau tetap tidak melanggar ajaran, asas dan kaidah yang diajarkan islam. Standar tinggi akhlak yang merupakan bagian dari fitrat beliau dan juga bagian dari ajaran islam, beliau tidak melanggarnya. Sekarang lihatlah, beberapa negara barat yang sedang berperang, apakah melakukan juga hal-hal seperti itu? Akan tetapi kebalikannya, lihatlah suri teladan beliau yang tercatat di dalam tarikh berikut ini:

“Tempat yang dipilih lasykar islam untuk berkemah pada saat perang Badar bukanlah suatu tempat yang bagus. Atas hal ini Hubab bin Munadzir ra. bertanya kepada Hadhrat Rasulullah saw bahwa apakah tempat yang beliau pilih untuk berkemah itu berdasarkan ilham dari Allah swt? Apakah Allah swt yang memberitahukan tempat itu atau karena beliau sendiri menyukai tempat itu? Apakah menurut pemikiran beliau tempat itu bagus untuk pergerakan lasykar islam? Maka beliau menjawab bahwa hanya karena alasan strategi perang saja beliau merasa tempat itu lebih baik, karena terletak diketinggian. Maka sahabat itu berkata bahwa di sana bukanlah tempat yang baik. Sebaiknya beliau membawa orang-orang untuk menguasai sumber mata air, kemudian membuat sebuah kolam penampungan air minum dan barulah kemudian berperang. Dalam keadaan seperti ini lasykar islam dapat minum air sedangkan musuh tidak akan bisa mendapatkan air. Maka beliau menyetujui usulan tersebut. Lantas para sahabat pun berangkat dan mendirikan kemah di sana. Tidak berapa lama kemudian beberapa orang Quraisy datang ke kolam penampungan air itu untuk minum. Lalu ketika para sahabat berusaha mencegahnya beliau bersabda: “Jangan, biarkanlah mereka mengambil air.” (Al-Syirat Al-Nabawiyyah li Ibni Hisyam, Jilid II, Hal. 284, Gazwat al-Badar al-Kubraa. Masywarat al-Hibab ‘ala al-Rasul saw.)

Islam Tidak Tersebar dengan Tebasan Pedang Akan Tetapi dengan Ajaran Mengenai Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

Inilah standar tinggi akhlak Rasulullah saw. Meskipun beberapa waktu sebelumnya para musuh membendung sumber mata air sampai-sampai anak-anak kaum muslimin tidak bisa minum, akan tetapi beliau dengan mengabaikan kejadian yang telah lalu itu, beliau tidak mencegah para tentara musuh yang datang untuk mengambil air sampai ke kolam penampungan dan mata air yang sudah berada di bawah penguasaan beliau tersebut. Karena dengan melakukan hal ini akanmencederai asas moralitas. Keberatan terbesar yang diajukan terhadap islam adalah bahwa islam tersebar dengan tebasan pedang. Bisa saja kepada orang-orang yang datang untuk mengambil air ini dilakukan tindakan pemaksaan bahwa jika mereka ingin mengambil air di sana maka mereka harus mematuhi syarat-syarat tertentu. Dalam beberapa peperangan orang-orang kafir melakukan hal seperti ini.Akan tetapi tidak, beliau tidak melakukan hal itu. Memang dalam situasi ini bias dikatakan bahwa kaum muslimin pada saat itu belum mempunyai kekuatan yang penuh dan masih sangat lemah, oleh karena itu mungkin mereka melakukan tindakan baik ini hanya untuk menghindari perang. Ini adalah suatu pemahaman yang salah. Anak-anak di kalangan umat islam pun tahu bahwa kaum kafir Mekah sangat haus akan darah orang-orang islam, dan dengan melihat sosok seorang muslim mata mereka menjadi sangat beringas. Oleh karena itu pemahaman seperti itu tidak mungkin terlintas dalam benak seseorang, tidak pula dalam benak Rasulullah saw. Semua perlakuan kasih sayang ini beliau lakukan semata-mata karena kasih sayang yang sempurna dan melindungi hak-hak kemanusiaan. Beliau juga lah yang mengenalkan ajaran yang sangat menghargai hak-hak kemanusiaan ini.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑